
Acara pun berjalan khidmat. Untaian kalimat manaqib dan do'a yang dibaca oleh sang Imam terasa menyentuh ke dalam sukma. Tanpa terasa, air mataku pun menetes tatkala Imam membaca do'a, terkenang dalam pikiranku, mudah-mudahan Allah mengaruniai kami putra atau putri yang sholih atau sholihah. Dan semoga barokah dari pembacaan manaqib dari Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani menaburkan keberkahan dalam kandungan anakku.
Manaqib yang dibacakan sang Imam hanya awal dan akhir, tapi aku menggenapkan dan menyempurnakan bacaannya dengan kubaca sendiri kitab manaqibnya dari kitab "'Uqudul La-ali" pada siang harinya. Ini tradisi sejak aku masih dalam kandungan ibuku, dan ini aku lanjutkan ke anak-anakku sejak anak yang pertama dan yang kedua ini.
"Ya, Allah, jadikan anak keturunanku menjadi keturunan yang baik, yang bermanfaat bagi agama, masyarakat, nusa dan bangsa". Amin.