Laman

Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Showing posts with label pendidikan. Show all posts

Sunday, March 24, 2013

APAKAH INI AYAH...???

Follow twitter: @kutipanhikmah

Seorang pria tua yang usianya sudah menginjak 85 tahun duduk di tepi kolam ditemani anaknya, yang usianya 42 tahun.

Ia sangat bangga pada anaknya yang sukses itu. Sekalipun ia tahu bahwa anaknya tak pernah punya banyak waktu untuknya kini. Memecah keheningan, sang ayah bertanya pada anaknya...

"Nak, ikan apakah itu...??? Warnanya cantik sekali...!!!"

"Ikan koi, ayah. Aku membawanya dari Jepang...!!!" (jawab si anak.)

*Merekapun kembali diam. Beberapa menit kemudian sang ayah bertanya lagi.

"Nak, ikan apakah itu...??? Warnanya cantik sekali...!!!"

"Kan aku sudah bilang tadi. Ini ikan koi, aku membawanya dari Jepang, kemarin...!!!" (jawab si anak ketus.)

*Ayahnya mengangguk² dan mengagumi ikan² yang berlarian di kolam tersebut. Selang beberapa menit kemudian, ia kembali bertanya.

"Nak, ikan apakah itu...??? Warnanya cantik sekali...!!!"

Dengan geram, si anak tetap fokus pada iPad yang dipegang di tangannya. Tanpa menoleh pada si ayah ia menjawab ketus, "itu namanya ikan koi, yah. Ikan koi...!!!"

*Ayahnya tersenyum sambil terus mengagumi ikan² indah tersebut. Dan untuk kesekian kalinya sang ayah bertanya pada anaknya.

"Nak, ikan apakah itu...??? Warnanya cantik sekali...!!!"

Si anak langsung meletakkan iPad di genggamannya. "Ayah, kenapa sih ayah menanyakan hal yang sama berulang²...??? Bukankah aku sudah bilang ini adalah ikan koi. Kenapa ayah nggak ngerti juga...!!!"

Ayahnya terdiam. Dengan gerakan yang sangat lambat ia mengambil dompet di sakunya. Mengeluarkan sebuah foto masa mudanya. Ketika ia pergi memancing dengan anaknya di sebuah danau dekat rumah.

"Ingatkah kau akan foto ini nak...??? Saat itu kau masih kecil. Rasa keingintahuanmu sangat besar. Setiap kali ayah mendapat ikan, kau akan bertanya pada ayah 'ikan apakah itu, ayah...???' dan ayah akan menjawabnya dengan penuh kesabaran. Tak hanya sekali saja pertanyaan itu keluar dari mulut kecilmu. Kau akan mengulangi sebuah pertanyaan sebanyak 25 kali jika kau sangat ingin tahu. Dan ayah tetap menjawabnya dengan penuh kesabaran. Tetapi, mengapa kini ayah baru bertanya 4 kali saja, kau sudah marah...???" (tanyanya sambil meneteskan air mata.)

Sunday, June 3, 2012

Tingkat Kelulusan UN SMP 2012 Meningkat dari Tahun Lalu

Jakarta – Persentase kelulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2012 meningkat  sebesar 0,12% daripada tahun lalu. Jika pada 2011 persentase kelulusan UN SMP sebesar 99,45%, maka tahun ini meningkat menjadi 99,57%. UN SMP 2012 diikuti 3.697.865 siswa dari 47.386 sekolah. Demikian dijelaskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dalam jumpa pers di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, (1/6).
Selain itu, prestasi yang diraih UN SMP 2012 juga berupa nihilnya jumlah sekolah dengan tingkat kelulusan 0%. “Tahun lalu ada 12 sekolah yang siswanya tidak lulus semua,” kata Menteri Nuh.  Kelulusan peserta didik ditentukan berdasarkan nilai akhir (NA), yaitu 60% dari nilai UN murni, dan 40% dari nilai sekolah. Peserta didik dinyatakan lulus UN jika nilai rata-rata NA paling rendah 5.5 dan nilai tiap mata pelajaran paling rendah 4.0.
Dari 47.386 SMP/MTs yang mengikuti UN, terdapat 25 sekolah dengan tingkat kelulusan kurang dari 25%. Sedangkan dari 3.697.865 siswa peserta UN, yang tidak lulus berjumlah 666 orang (0,12%). Mereka tidak lulus dengan klasifikasi rata-rata Nilai Akhir lebih dari 5.5, namun ada satu mata pelajaran yang nilainya kurang dari 4. Ketidaklulusan terbesar ada di mata pelajaran Matematika (229 orang), diikuti Bahasa Inggris (191), Bahasa Indonesia (143), dan IPA (103).
Sementara untuk prestasi secara individual, diurut menjadi 18 peringkat, di mana terdapat 18 siswa dengan nilai terbaik. Peringkat pertama dipegang Ni Putu Tamara Bidari Suweta, siswa dari SMP Negeri 1 Denpasar, Balh, dengan nilai UN murni 40,00. Ini berarti ia mendapat nilai sempurna (10) untuk semua mata pelajaran yang diujikan. Menariknya, dari 18 peringkat terbaik tersebut, sebanyak 12 siswa berasal dari sekolah yang sama, yaitu SMP Negeri 1 Denpasar.
Menteri Nuh menjelaskan, beberapa perbaikan yang berhasil diperolah UN SMP 2012 ini salah satunya disebabkan adanya intervensi dari Kemdikbud. Misalnya peningkatan kompetensi guru, pengadaan sarana dan prasarana, serta penggabungan (merger) dengan sekolah terdekat. Tahun ini juga akan dilakukan intervensi untuk sekolah-sekolah yang memiliki prestasi UN rendah, supaya selalu ada perbaikan kualitas UN setiap tahun. (DM)