Laman

Friday, May 10, 2013

Temukan Juz Diri Anda

Untuk mengetahui juz diri Anda, silahkan download link ini. Caranya:
1. Ketikkan tanggal lahir Anda dikolom tanggal lahir.
2. Ketikkan bulan kelahiran Anda dengan menggunakan angka bukan huruf di kolom Bulan Lahir.
3. Ketikkan tahun kelahiran Anda dengan tersusun ke bawah, misalnya Anda kelahiran tahun 1980, maka pengetikannya seperti ini:
1
9
8
0
Untuk lebih jelas, silahkan perhatikan gambar di bawah ini.:

Maka, juz diri Anda langsung diketahui, seperti contoh di atas.
Selain itu, file tersebut bisa juga untuk mengetahui juz pasangan kita, power kita dan pasangan hidup kita.
caranya klik power di worksheetnya. Maka akan tampilan seperti berikut:
Angka yang berwarna merah itu "57" muncul secara otomatis, tugas kita selanjutnya adalah memasukkan angka tersebut tersusun ke bawah, seperti ini:
5
7
maka, power Anda akan diketahui.
Apabila Anda memasukkan power Anda dan pasangan Anda maka dapat diketahui hasilnya.
SELAMAT MENCOBA.

Tuesday, March 26, 2013

Cara Membuat Twitter – Panduan Lengkap

Cara membuat twitter, Belakangan ini situs jejaring sosial twitter semakin lama semakin populer saja dan tentunya semakin banyak pula orang yang bergabung dengan twitter, bahkan para petinggi negara dan artis pun juga banyak yang mempunyai akun di twitter. Bagi kamu yang masih baru di dunia internet atau yang bisa dibilang masih pemula dan ingin tahu cara membuat twitter, di sini akan dijelaskan dengan lengkap panduan cara membuat twitter . Panduan ini telah dilengkapi dengan gambar-gambar agar kamu lebih mudah memahaminya.

 Cara Mendaftar Twitter

1.  Perlu kamu ketahui bahwa cara membuat twitter tidak jauh beda dengan cara membuat facebook, Jadi sebelum membuat twitter kamu harus mempunyai email yang aktif, karena untuk mendaftar twitter nantinya pada formulir pendaftaran terdapat kolom alamat email. alamat email ini nantinya digunakan sebagai verifikasi akun twitter kamu.  Jika kamu belum mempunyai alamat email, silahkan baca panduan cara membuat email klik di sini untuk membacanya. tapi jika kamu sudah punya, silahkan lanjutkan membaca panduan berikut ini.

Rekrutmen Calon Petugas Haji Indonesia Tahun 1434H/2013M

Sumber: Website Kemenag RI

Sunday, March 24, 2013

RENUNGAN TENTANG KESABARAN

Follow twitter: @kutipanhikmah

Seorang anak mengeluh pada ayahnya, “Aku capek, sangat capek. Aku belajar mati²an sedangkan temanku dengan enaknya menyontek. Aku mau menyontek saja. Aku capek karena harus menjaga lidahku, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati. Aku capek ayah, aku capek menahan diri, mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah...!!!!” (sang anak mulai menangis.)

Sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya, ”Anakku, ayo ikut ayah...!!!”

*Lalu mereka menyusuri jalan yang jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang.

”Ayah, mau ke mana kita...??? Aku tidak suka jalan ini. Lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. Badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena banyak ilalang, aku benci jalan ini ayah...!!!” (anaknya terus mengeluh.)

Akhirnya mereka sampai di sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu², bunga² yang indah, dan pepohonan rindang.

“Wah… tempat apa ini ayah...??? Aku suka tempat ini...!!!” (kata sang anak dengan senyum indah di wajahnya.)

“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah. Anakku, taukah engkau mengapa di sini begitu sepi padahal amat indah...???” (tanya sang ayah.)

“Tidak Ayah...!!!” (jawab sang anak.)

“Itu karena orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini. Mereka hanya kurang sabar dalam menyusuri jalan ini...!!!” (jawab sang ayah.)

“Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kejujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan...!!!” (tutup sang ayang sambil memeluk anaknya.)

APAKAH INI AYAH...???

Follow twitter: @kutipanhikmah

Seorang pria tua yang usianya sudah menginjak 85 tahun duduk di tepi kolam ditemani anaknya, yang usianya 42 tahun.

Ia sangat bangga pada anaknya yang sukses itu. Sekalipun ia tahu bahwa anaknya tak pernah punya banyak waktu untuknya kini. Memecah keheningan, sang ayah bertanya pada anaknya...

"Nak, ikan apakah itu...??? Warnanya cantik sekali...!!!"

"Ikan koi, ayah. Aku membawanya dari Jepang...!!!" (jawab si anak.)

*Merekapun kembali diam. Beberapa menit kemudian sang ayah bertanya lagi.

"Nak, ikan apakah itu...??? Warnanya cantik sekali...!!!"

"Kan aku sudah bilang tadi. Ini ikan koi, aku membawanya dari Jepang, kemarin...!!!" (jawab si anak ketus.)

*Ayahnya mengangguk² dan mengagumi ikan² yang berlarian di kolam tersebut. Selang beberapa menit kemudian, ia kembali bertanya.

"Nak, ikan apakah itu...??? Warnanya cantik sekali...!!!"

Dengan geram, si anak tetap fokus pada iPad yang dipegang di tangannya. Tanpa menoleh pada si ayah ia menjawab ketus, "itu namanya ikan koi, yah. Ikan koi...!!!"

*Ayahnya tersenyum sambil terus mengagumi ikan² indah tersebut. Dan untuk kesekian kalinya sang ayah bertanya pada anaknya.

"Nak, ikan apakah itu...??? Warnanya cantik sekali...!!!"

Si anak langsung meletakkan iPad di genggamannya. "Ayah, kenapa sih ayah menanyakan hal yang sama berulang²...??? Bukankah aku sudah bilang ini adalah ikan koi. Kenapa ayah nggak ngerti juga...!!!"

Ayahnya terdiam. Dengan gerakan yang sangat lambat ia mengambil dompet di sakunya. Mengeluarkan sebuah foto masa mudanya. Ketika ia pergi memancing dengan anaknya di sebuah danau dekat rumah.

"Ingatkah kau akan foto ini nak...??? Saat itu kau masih kecil. Rasa keingintahuanmu sangat besar. Setiap kali ayah mendapat ikan, kau akan bertanya pada ayah 'ikan apakah itu, ayah...???' dan ayah akan menjawabnya dengan penuh kesabaran. Tak hanya sekali saja pertanyaan itu keluar dari mulut kecilmu. Kau akan mengulangi sebuah pertanyaan sebanyak 25 kali jika kau sangat ingin tahu. Dan ayah tetap menjawabnya dengan penuh kesabaran. Tetapi, mengapa kini ayah baru bertanya 4 kali saja, kau sudah marah...???" (tanyanya sambil meneteskan air mata.)